This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.


Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Wah, Harga Obat Bakal Naik

Kenaikan harga obat generik yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dinilai memberatkan. Naiknya harga obat generik tidak hanya membebani masyarakat tetapi juga pihak rumah sakit, terutama rumah sakit milik pemerintah.

Seperti diwartakan, terhitung mulai 23 Februari 2012,  Kementerian Kesehatan sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) obat generik.  Dari 498 obat, 170 obat di antaranya naik dan 327 obat malah turun. Kenaikan harga dilakukan karena ada beberapa obat yang sudah 2-3 tahun tidak naik. Saat ini, harga obat tersebut terpaksa dinaikkan, setelah dievaluasi.
Pihak rumah sakit pemerintah mengaku terbebani dengan keputusan itu kerena harus menanggung biaya yang lebih tinggi dalam penyediaan obat.  Seperti diketahui, hampir sebagian besar rumah sakit milik pemerintah menyediakan lebih banyak obat generik ketimbang obat paten dan bermerek.

"Seharusnya diberitahu jauh-jauh hari misalnya 3 (tiga) bulan sebelumnya. Rumah sakit akan terbebani karena harus membayar lebih mahal," ucap Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati dr Lia Pratakusuma, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/3/2012).

Lina mengungkapkan, dari 100 persen pasien yang datang berobat ke Rumah Sakit Fatmawati, hanya 20 persen yang membayar obat secara cash (pasien membayar sendiri), sementara 80 persen ditanggung oleh pihak asuransi (Jamkesmas, Jamkesda, Askes).

Mengingat rumah sakit belum membicarakan kesepakatan harga baru obat dengan pihak penjamin, akibatnya rumah sakit harus menanggung kekurangan harga. Hal tersebut lanjut Lia juga akan menyulitkan rumah sakit saat klaim.

"Kalau mau ada kenaikan harga harus ada spare waktu. Sehingga rumah sakit bisa menyiapkan tarif baru dengan pihak penjamin," ujarnya.

Akses obat semakin jauh

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai keputusan pemerintah menaikan harga obat generik akan semakin membuat akses masyarakat dalam mendapatkan obat yang murah semakin jauh.

"Kenaikan harga obat generik juga semakin mengurangi kepopuleran obat generik di mata pasien dan dokter karena harganya yang semakin mahal,"  katanya.

Tulus mengungkapkan, keputusan menaikan harga obat generik sangat bertolak belakang dengan kampanye pemerintah yang selama ini mendorong masyakarat untuk mau menggunakan obat generik. Alasan menaikan harga obat terkait rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik, dinilai Tulus memang cukup rasional tetapi mometnya tidak pas.
Ia mengungkapkan, akses masyarakat Indonesia terhadap obat masih sangat rendah ketimbang negara-negara Asia lainnya. Hal ini disebabkan karena harga obat di Indonesia masih tergolong sangat mahal ketimbang negara-negara lain di dunia. "Jika dibandingkan negara lain, harga obat di Indonesia termasuk yang tertinggi," cetusnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, "Ini menjadi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat dan membuat masyarakat menjadi sakit karena sulit mendapatkan akses terhadap obat."


Sumber: Kompas.com

Kamis, 22 Maret 2012

Dosen Politik Unhas Terpilih Bawanslu

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat telah memilih lima anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui proses voting, Kamis (22/3/2012) malam. Voting dilakukan oleh 53 anggota Dewan.
Perolehan suara antarcalon relatif ketat. Lima calon anggota Bawaslu terpilih itu adalah Muhammad (45 suara), Nasrullah (36), Endang Wihdatiningtyas (35), Daniel Zuchron (24), dan Nelson Simanjuntak (24).
Adapun lima calon lain kalah dengan perolehan suara tipis. Kelima calon tersebut adalah Luky Djuniardi Djani (18), Pramono Ubaid Tantowi (21), Razaki Persada (20), Refly Harun (22), dan Sunny Ummul Firdaus (20).
Setelah pemungutan suara, seluruh pimpinan fraksi menandatangani lembar hasil perolehan suara. Selain memilih lima anggota Bawaslu, Komisi II juga memilih tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum.

Sumber : Kompas.com

10 Fakta Merokok Sesudah dan Setelah Kehamilan

kehamilan, alangkah baiknya jika tubuh Anda tidak tercemar asap rokok. Beberapa riset telah menemukan bahwa orang tua perokok (ibu atau ayah), berisiko memiliki memiliki anak lahir dengan cacat atau kehilangan anggota badan sebesar 25 persen.

Ingatlah bahwa merokok selama kehamilan tidak hanya mempengaruhi kondisi kesehatan bayi Anda saat ini saja, tetapi juga memengaruhi kondisi anak saat beranjak dewasa. Ada 10 fakta ilmiah lagi yang perlu Anda ketahui tentang fakta merokok sebelum dan selama kehamilan, seperti dikutip geniuspregnancy berikut ini:

1. Merokok mengurangi kesuburan baik pada pria maupun wanita. Setelah merokok selama 5 tahun, kemampuan wanita untuk hamil berkurang sebesar 14 persen, dan pada laki-laki berkurang sebesar 11 persen.

2. Tubuh laki-laki biasanya dapat menghilangkan nikotin lebih cepat ketimbang wanita - yakni dalam waktu sekitar 3 bulan. Jika Anda berencana untuk hamil, (baik wanita dan pria) harus berhenti merokok jauh lebih awal sebelum waktu yang ditentukan (3 bulan).

3. Wanita yang merokok cenderung lebih sulit sulit hamil ketimbang mereka yang tidak pernah merokok. Toksemia, preeklamsia, varises, sembelit dan pusing adalah risiko yang mungkin Anda alami apabila memiliki kebiasaan merokok sebelum dan selama kehamilan.

4. Vitamin C umumnya cenderung lebih mudah hancur di dalam tubuh seorang wanita yang merokok, sehingga menyebabkan tubuh kekurangan vitamin C. Akibatnya, Anda berisiko menderita penyakit metabolik, penurunan kekebalan, depresi, dan kelelahan.

5. Wanita yang merokok dalam periode perikonseptional, berisiko mengalami keguguran 8-10 kali lebih tinggi.

6. Di dalam sebuah keluarga, di mana salah satu atau kedua orang merokok, anak-anak mereka dua kali lebih mungkin untuk menderita pneumonia, bronkitis dan asma, dan 6 kali lebih mungkin memiliki penyakit gastrointestinal.

7. Merokok menyempitkan pembuluh darah dan mengganggu proses saturasi oksigen di dalam darah. Kondisi ini sangat berbahaya selama kehamilan, karena harus ada jumlah yang cukup oksigen dalam darah ibu untuk perkembangan janin.

8. Anak perempuan, yang ibunya merokok selama kehamilan, lebih mungkin untuk menderita ketidaksuburan di kemudian hari.

9. Anak-anak dari ibu yang merokok selama kehamilan, biasanya akan terlahir dengan berat badan lahir rendah dan kondisi paru-paru yang lemah.

10. Hasil riset para ilmuwan dari Karolinska Institute (Stockholm, Swedia) yang telah berlangsung selama 33 tahun, menemukan bahwa anak-anak, yang ibunya merokok lebih dari 10 batang per hari sebelum kelahiran, anak-anaknya memiliki risiko peningkatan diabetes hampir 4,5 kali. Dan risiko obesitas adalah 34-38 persen lebih tinggi ketimbang anak-anak, yang ibunya tidak merokok. Para ilmuwan mengatakan bahwa rokok menghasilkan racun pada janin dan menyebabkan malnutrisi pada janin. Oleh karena itu, anak memiliki kecenderungan untuk menumpuk lemak

sumber: kompas.com